Perencanaan & Optimalisasi Jaringan dengan OMADA TP-LINK

Table of Contents

Pada materi ini berfokus pada elemen-elemen penting dalam merancang, menerapkan, dan menyempurnakan jaringan nirkabel untuk mendapatkan kinerja yang optimal. 

Perencanaan Optimalisasi Omada SDN TP-Link

Perencanaan Jaringan

Perencanaan jaringan yang efektif dimulai dengan memahami dan mengurangi potensi interferensi.

  • Interferensi Co-Channel (CCI): Terjadi ketika beberapa WLAN beroperasi pada saluran yang sama, yang menyebabkan peningkatan utilisasi saluran dan penurunan kecepatan.  Untuk menghindarinya pada jaringan 5GHz, disarankan untuk menggunakan kembali saluran yang berjarak setidaknya dua sel tetangga. 
  • Interferensi Saluran Berdekatan (ACI): Bentuk interferensi ini muncul dari WLAN pesaing pada saluran terdekat dan berdampak negatif pada semua jaringan yang terpengaruh.

  • Rasio Sinyal terhadap Derau (SNR): SNR adalah rasio sinyal terhadap derau dalam sebuah sistem dan merupakan indikator teknis untuk mengukur keandalan kualitas komunikasi sistem nirkabel.  Semakin jauh sinyal yang diterima dari tingkat derau (noise floor), semakin baik kualitas sinyalnya.  SNR sebenarnya adalah selisih desibel antara SINYAL (RSSI) dan DERAU. 
  • Airtime Fairness: Fitur ini membagi sinyal Wi-Fi menjadi slot waktu yang sama, dan setiap perangkat Wi-Fi bergiliran mengirim atau menerima data dalam slot waktunya sendiri.  Hal ini mencegah perangkat yang lebih lambat membutuhkan waktu lebih lama untuk mengirim data, yang bisa membuat perangkat lain harus menunggu.  Direkomendasikan untuk mengaktifkan fungsi ini di jaringan nirkabel dengan multi-kecepatan. 

Penerapan Jaringan

Penerapan yang tepat melibatkan penempatan dan konfigurasi access point (AP) yang strategis.
  • Survei Lokasi: Survei lokasi yang komprehensif sangat penting untuk penerapan yang sukses.  Proses ini mencakup penjadwalan dengan klien, pengumpulan informasi seperti denah lantai, pembuatan solusi awal, pengujian di lapangan untuk verifikasi, dan penyusunan laporan. 
  • Jangkauan dan Instalasi Nirkabel:
    • AP Ceiling Mount (Pemasangan di Langit-langit): Memiliki antena omni-directional.  Sebaiknya dipasang menghadap ke bawah di bagian tengah langit-langit tanpa ada penghalang.  Jika dipasang di dalam soket langit-langit, rak logam dan soket tersebut akan memengaruhi sinyal Wi-Fi. 
    • AP Wall Plate (Pemasangan di Dinding): Juga dilengkapi dengan antena omni-directional.  Satu EAP untuk 1-2 kamar menjamin sinyal nirkabel yang kuat. 
  • AP Outdoor (Luar Ruangan): Dilengkapi dengan antena omni-directional 360°.  Sebaiknya lokasi pemasangannya tidak terlalu tinggi agar area di bawahnya mendapat sinyal yang baik. 
  • Redaman oleh Penghalang: Berbagai jenis penghalang akan menyebabkan tingkat redaman yang berbeda-beda.  Saat menentukan lokasi pemasangan AP, total redaman dari penghalang antara AP dan area jangkauan target sebaiknya tidak lebih dari 20 dB. 

Optimalisasi Nirkabel

Menyempurnakan jaringan nirkabel dapat meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan.

  • Band Steering: Mendorong klien dual-band untuk pindah ke pita 5GHz atau 6GHz yang lebih lebar dan cepat, sehingga meningkatkan kinerja jaringan secara keseluruhan, terutama di lingkungan dengan kepadatan klien yang tinggi. 
  • Fast Roaming (802.11k/v/r): Memungkinkan klien Wi-Fi Anda untuk beralih koneksi dari satu AP ke AP lain dengan cepat untuk mendapatkan sinyal yang lebih kuat.  Untuk roaming yang efektif, sebaiknya ada tumpang tindih jangkauan sebesar 20%-30% antara AP yang berdekatan,  dan SSID serta kata sandi autentikasi harus sama. 
  • Ambang Batas RSSI: Fitur ini digunakan untuk mengatasi masalah "klien lengket" (sticky client) yang tetap terhubung ke AP meskipun sudah bergerak jauh.  Ketika sinyal klien lebih lemah dari ambang batas RSSI yang Anda tetapkan, klien akan diputuskan dari AP. 
  • Optimalisasi Daya Pancar (Tx Power): Di lingkungan di mana jarak antar AP sangat dekat (kurang dari 15 meter), disarankan untuk mengurangi daya pancar (Tx power) untuk mengurangi interferensi nirkabel. 

  • Optimalisasi Saluran dan Lebar Saluran: Menggunakan saluran yang lebih lebar dapat meningkatkan bandwidth, tetapi juga menempati lebih banyak sumber daya frekuensi dan meningkatkan efek interferensi nirkabel.  Untuk radio 2.4GHz, direkomendasikan untuk menggunakan saluran 1, 6, dan 11 secara bergantian.  Untuk radio 5GHz, disarankan menggunakan lebar saluran yang lebih rendah seperti 40MHz untuk mengurangi interferensi. 
WLAN Optimization: Omada Controller akan mendeteksi interferensi WiFi dan memonitor lingkungan nirkabel.  Fitur ini memungkinkan optimalisasi saluran dan daya secara otomatis, di mana controller akan memindai lingkungan untuk menentukan parameter terbaik bagi AP. 

Optimalisasi Jaringan Kabel

Mengoptimalkan tulang punggung jaringan kabel juga penting untuk kesehatan jaringan secara keseluruhan.

  • Deteksi Loopback: Fitur ini dapat mencegah terjadinya loop jaringan yang dapat menghabiskan sebagian besar sumber daya switch dan bahkan melumpuhkan seluruh jaringan.

  • Spanning Tree Protocol (STP): STP adalah solusi untuk masalah loop yang mungkin timbul karena adanya redundansi link.  STP lebih ditujukan untuk redundansi perangkat. 
  • Isolasi Port: Dapat mengisolasi port pada switch yang sama sehingga port yang terisolasi hanya dapat berkomunikasi dengan port yang tidak terisolasi. 

  • Filter DHCP: Untuk mencegah serangan DHCP Spoofing, Anda dapat menentukan server DHCP yang sah dan menolak server ilegal lainnya. 

  • IGMP Snooping: Memastikan data multicast hanya diteruskan ke perangkat yang membutuhkannya, sehingga dapat menghemat bandwidth pada link tersebut. 

Muhammad Ulin Nuha
Muhammad Ulin Nuha PEEKCODE CHANNEL YOUTUBE Developer Android | Networking | Konten Creator peekcode YT | Galery | Pecinta Sholawat |

Posting Komentar