Panduan Lengkap Setting Jaringan VirtualBox: Host-Only, NAT, dan Bridge

Table of Contents

Saat menggunakan VirtualBox untuk menjalankan sistem operasi virtual (VM), salah satu aspek yang paling krusial namun seringkali membingungkan adalah pengaturan jaringan. Konektivitas VM Anda ke komputer host, ke internet, atau ke VM lainnya sangat bergantung pada mode jaringan yang Anda pilih.

Tiga mode yang paling umum digunakan adalah NAT, Bridged Adapter, dan Host-Only Adapter. Masing-masing memiliki fungsi, kelebihan, dan kekurangannya sendiri.

Panduan lengkap cara setting jaringan VirtualBox: Host‑Only, NAT, dan Bridge

Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan ketiganya, kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya, dan bagaimana cara mengonfigurasinya.

1. NAT (Network Address Translation)

Mode NAT adalah pengaturan default dan yang paling sederhana di VirtualBox. Anggap saja mode ini seperti router Wi-Fi di rumah Anda. Komputer Anda (host) bertindak sebagai "router" untuk mesin virtual (guest).

Bagaimana Cara Kerjanya?

VirtualBox akan membuat sebuah jaringan internal yang tersembunyi. Saat VM Anda butuh akses internet, ia akan mengirim permintaan melalui komputer host. Komputer host kemudian meneruskannya ke internet seolah-olah permintaan itu datang dari dirinya sendiri.

  • Komunikasi: VM bisa mengakses internet, tapi dunia luar (internet dan jaringan lokal) tidak bisa langsung mengakses VM Anda.

  • Alamat IP: VM akan mendapatkan alamat IP dari server DHCP internal VirtualBox (biasanya di rentang 10.0.2.x), yang benar-benar terpisah dari jaringan lokal Anda.

Kelebihan & Kekurangan NAT

Kelebihan:

  • Mudah & Aman: Pengaturan paling simpel. VM Anda terlindungi di belakang host, sehingga lebih aman dari serangan langsung dari jaringan luar.

  • Tidak Butuh Konfigurasi: Langsung berfungsi tanpa perlu setting apa pun di jaringan fisik Anda.

Kekurangan:

  • Akses Terbatas: Komputer host atau perangkat lain di jaringan Anda tidak bisa berkomunikasi langsung dengan VM. Ini menyulitkan jika Anda ingin menjalankan server (misalnya web server) di dalam VM untuk diakses dari host.

Kapan Menggunakan NAT?

Gunakan NAT saat VM Anda hanya perlu mengakses internet (misalnya untuk browsing, download update, atau mengambil data dari internet) dan Anda tidak perlu mengakses layanan apa pun yang berjalan di dalam VM tersebut dari komputer host.

2. Bridged Adapter (Adapter Ter-Bridge)

Mode Bridged "menjembatani" adapter jaringan virtual di VM dengan adapter jaringan fisik di komputer host Anda. Dalam mode ini, VM akan tampil di jaringan seolah-olah ia adalah komputer fisik yang terpisah.

Bagaimana Cara Kerjanya?

VM akan terhubung langsung ke router utama di jaringan Anda (sama seperti komputer host). Ia akan mendapatkan alamat IP sendiri dari server DHCP router tersebut, berada dalam subnet yang sama dengan komputer host dan perangkat lain di jaringan Anda.

  • Komunikasi: VM bisa mengakses internet, komputer host, dan semua perangkat lain di jaringan lokal. Sebaliknya, semua perangkat di jaringan lokal juga bisa mengakses VM.

  • Alamat IP: Mendapatkan IP dari router utama (misalnya 192.168.1.x), setara dengan perangkat lain.

Kelebihan & Kekurangan Bridged Adapter

Kelebihan:

  • Akses Penuh: VM menjadi partisipan penuh di jaringan. Sangat ideal untuk menjalankan server (web server, file server, dll) yang perlu diakses oleh perangkat lain.

  • Transparan: Komunikasi jaringan berjalan mulus seolah tidak ada virtualisasi.

Kekurangan:

  • Keamanan: Karena VM terekspos langsung ke jaringan, ia lebih rentan terhadap serangan, sama seperti komputer fisik lainnya.

  • Ketergantungan: Membutuhkan adapter jaringan fisik yang aktif di host dan memerlukan satu alamat IP dari pool router Anda.

Kapan Menggunakan Bridged Adapter?

Gunakan Bridged Adapter saat Anda ingin mensimulasikan komputer nyata di jaringan. Contohnya:

  • Menjalankan server (Apache, Nginx, FTP) di dalam VM.

  • Membutuhkan VM untuk berkomunikasi dua arah dengan perangkat lain di jaringan lokal Anda.

  • Melakukan uji penetrasi (penetration testing) pada lingkungan jaringan lokal.

3. Host-Only Adapter (Adapter Hanya-Host)

Mode ini menciptakan sebuah jaringan virtual yang terisolasi, yang hanya berisi komputer host dan semua VM yang menggunakan mode ini. Sesuai namanya, komunikasi hanya terjadi antara "Host" dan "Guest".

Bagaimana Cara Kerjanya?

VirtualBox membuat sebuah network interface virtual di komputer host (misalnya VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter). Jaringan ini sepenuhnya terpisah dari jaringan fisik Anda dan tidak memiliki koneksi internet secara default.

  • Komunikasi: VM bisa berkomunikasi dengan komputer host, dan sebaliknya. VM juga bisa berkomunikasi dengan VM lain yang terhubung ke jaringan Host-Only yang sama. VM tidak bisa mengakses internet.

  • Alamat IP: Host dan VM akan mendapatkan alamat IP dari server DHCP internal VirtualBox yang didedikasikan untuk jaringan Host-Only ini (misalnya 192.168.56.x).

Kelebihan & Kekurangan Host-Only

Kelebihan:

  • Isolasi Aman: Sempurna untuk membuat lingkungan lab yang aman dan terisolasi. Anda bisa menguji aplikasi client-server atau bahkan malware tanpa risiko menyebar ke jaringan utama.

  • Komunikasi Stabil: Koneksi antara host dan guest sangat stabil karena tidak bergantung pada jaringan fisik.

Kekurangan:

  • Tidak Ada Internet: Secara default, VM tidak bisa terhubung ke internet. (Meskipun bisa diakali dengan adapter kedua, lihat tips di bawah).

Kapan Menggunakan Host-Only?

Gunakan Host-Only Adapter saat Anda ingin membangun lingkungan lab virtual yang terisolasi. Contohnya:

  • Menguji aplikasi client-server dimana satu VM bertindak sebagai server dan VM lain sebagai klien.

  • Menghubungkan host ke VM untuk transfer file atau mengakses layanan (misalnya database) tanpa mengeksposnya ke jaringan luar.

  • Analisis malware dalam lingkungan yang aman.

Perbandingan Singkat: NAT vs Bridge vs Host-Only

Fitur

NAT

Bridged Adapter

Host-Only Adapter

VM ke Internet

✅ Ya

✅ Ya

❌ Tidak

VM ke Host

❌ Sulit (butuh port forwarding)

✅ Ya

✅ Ya

Host ke VM

❌ Sulit (butuh port forwarding)

✅ Ya

✅ Ya

VM ke VM Lain

✅ Ya (jika di jaringan NAT sama)

✅ Ya (jika di LAN sama)

✅ Ya (jika di Host-Only sama)

Sumber IP

DHCP Internal VirtualBox

DHCP Router Fisik

DHCP Internal VirtualBox

Use Case Utama

Kebutuhan internet dasar

Server & partisipan jaringan

Lab terisolasi

Cara Mengubah Setting Jaringan di VirtualBox

  1. Matikan mesin virtual yang ingin Anda konfigurasi.

  2. Pilih VM tersebut, lalu klik Settings (Pengaturan).

  3. Pindah ke tab Network (Jaringan).

  4. Pada menu dropdown Attached to (Tersambung ke), pilih mode yang Anda inginkan: NAT, Bridged Adapter, atau Host-Only Adapter.

  5. Jika memilih Bridged, pastikan Anda memilih adapter fisik yang benar pada bagian Name.

  6. Klik OK untuk menyimpan.

Tips Pro: Anda bisa menggunakan lebih dari satu adapter. Misalnya, Adapter 1 diset ke NAT agar VM dapat mengakses internet, dan Adapter 2 diset ke Host-Only agar host dapat mengakses server yang berjalan di VM dengan mudah.

Kesimpulan: Mana yang Terbaik untuk Anda?

Tidak ada satu pun pengaturan yang "terbaik" untuk semua situasi. Pilihan tergantung sepenuhnya pada kebutuhan Anda:

  • Butuh internet simpel untuk VM? Pilih NAT.

  • Butuh VM bertindak seperti komputer nyata di jaringan Anda? Pilih Bridged Adapter.

  • Butuh lab tertutup untuk komunikasi host dan guest saja? Pilih Host-Only Adapter.

Dengan memahami perbedaan fundamental ini, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan VirtualBox untuk berbagai proyek, mulai dari sekadar mencoba sistem operasi baru hingga membangun lingkungan pengembangan dan pengujian yang kompleks.

Muhammad Ulin Nuha
Muhammad Ulin Nuha PEEKCODE CHANNEL YOUTUBE Developer Android | Networking | Konten Creator peekcode YT | Galery | Pecinta Sholawat |

Posting Komentar