Mengumpulkan Kebutuhan Teknis Pengguna yang Menggunakan Jaringan

Dalam pengembangan sistem yang melibatkan penggunaan jaringan, mengumpulkan kebutuhan teknis pengguna adalah langkah penting untuk memastikan bahwa sistem yang dibangun dapat memenuhi harapan dan kebutuhan pengguna. Kebutuhan teknis ini mencakup aspek-aspek yang berkaitan dengan infrastruktur jaringan, performa, keamanan, dan ketersediaan. Berikut adalah langkah-langkah dalam mengumpulkan kebutuhan teknis pengguna yang menggunakan jaringan.

1. Identifikasi Pengguna dan Tujuan Penggunaan Jaringan
Langkah pertama adalah memahami siapa pengguna sistem dan apa tujuan mereka menggunakan jaringan. Hal ini bisa melibatkan:
- Jenis Pengguna: Apakah pengguna ini individu, tim, atau perusahaan?
- Tujuan Penggunaan Jaringan: Apakah digunakan untuk komunikasi, pengolahan data, akses aplikasi, atau transaksi bisnis?
Contoh: Dalam sebuah perusahaan besar, divisi keuangan mungkin membutuhkan akses ke aplikasi berbasis cloud, sementara divisi marketing lebih sering menggunakan aplikasi berbasis video untuk konferensi jarak jauh.
2. Identifikasi Persyaratan Performa Jaringan
Pengguna akan memiliki kebutuhan berbeda terkait dengan performa jaringan, yang meliputi:
- Kecepatan Akses: Seberapa cepat data harus dipindahkan antara pengguna dan sistem? Ini bisa bervariasi tergantung pada aplikasi yang digunakan.
- Kapasitas Bandwidth: Apakah jaringan harus mendukung transfer data dalam jumlah besar? Misalnya, penggunaan video streaming atau transfer file besar.
- Latency (Keterlambatan): Pengguna yang terlibat dalam aplikasi real-time seperti video call atau gaming mungkin membutuhkan latensi yang sangat rendah.
Contoh: Pengguna yang bekerja dengan aplikasi video conferencing seperti Zoom atau Microsoft Teams memerlukan jaringan dengan latensi rendah dan bandwidth yang cukup besar.
3. Kebutuhan Keamanan Jaringan
Keamanan adalah aspek yang sangat penting, terutama jika data sensitif atau informasi pribadi terlibat. Beberapa kebutuhan yang harus diidentifikasi adalah:
- Enkripsi: Apakah data yang dikirimkan melalui jaringan perlu dienkripsi?
- Autentikasi dan Otorisasi: Siapa yang boleh mengakses jaringan dan sumber daya apa yang bisa mereka gunakan?
- Proteksi dari Ancaman: Apa jenis ancaman yang mungkin dihadapi? Misalnya, malware, serangan DDoS, atau pencurian data.
Contoh: Pengguna yang bekerja di sektor perbankan atau kesehatan akan membutuhkan tingkat keamanan yang lebih tinggi, termasuk enkripsi data dan autentikasi multi-faktor.
4. Ketersediaan dan Keandalan Jaringan
Pengguna yang menggunakan jaringan dalam konteks profesional atau bisnis akan membutuhkan jaringan yang sangat tersedia dan handal. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Uptime Jaringan: Apa tingkat ketersediaan yang diperlukan? Misalnya, apakah 99.9% uptime sudah cukup atau apakah diperlukan uptime lebih tinggi?
- Pemulihan Bencana: Sejauh mana kemampuan jaringan untuk pulih setelah terjadi gangguan atau bencana?
- Redundansi: Apakah ada infrastruktur cadangan untuk memastikan ketersediaan jaringan yang tidak terganggu?
Contoh: Perusahaan yang bergantung pada sistem ERP (Enterprise Resource Planning) membutuhkan jaringan yang sangat handal dengan jaminan ketersediaan tinggi.
5. Kompatibilitas dan Integrasi dengan Sistem Lain
Penting untuk mengetahui apakah jaringan yang akan dibangun perlu berinteraksi dengan sistem atau perangkat lain. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab adalah:
- Protokol yang Digunakan: Apakah aplikasi atau perangkat yang digunakan mendukung protokol tertentu (misalnya, TCP/IP, HTTP, SNMP)?
- Perangkat Keras dan Perangkat Lunak yang Ada: Apakah jaringan perlu kompatibel dengan perangkat keras atau perangkat lunak tertentu yang sudah ada di infrastruktur pengguna?
Contoh: Pengguna yang menggunakan perangkat IoT mungkin memerlukan dukungan protokol seperti MQTT atau CoAP agar perangkat dapat berkomunikasi dengan sistem yang lebih besar.
6. Pertimbangan Skalabilitas
Apakah jaringan yang dibangun mampu untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan pengguna di masa depan? Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah:
- Pertumbuhan Pengguna: Apakah jaringan dapat menangani lebih banyak pengguna jika jumlahnya meningkat?
- Peningkatan Data: Seiring dengan bertambahnya data yang harus diproses, apakah infrastruktur jaringan dapat mengakomodasi pertumbuhan ini?
- Kompleksitas Infrastruktur: Seiring berjalannya waktu, apakah jaringan mudah dikelola dan ditingkatkan?
Contoh: Sebuah perusahaan yang memperkirakan akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan harus memastikan bahwa jaringan yang dibangun dapat menangani lebih banyak perangkat dan aplikasi.
7. Feedback Pengguna
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kebutuhan teknis, sangat penting untuk meminta umpan balik langsung dari pengguna jaringan. Hal ini bisa dilakukan melalui:
- Wawancara: Bertemu langsung dengan pengguna untuk mendiskusikan kebutuhan mereka.
- Kuesioner: Mengirimkan survei untuk mendapatkan masukan lebih luas dari banyak pengguna.
- Observasi: Melakukan pengamatan langsung terhadap cara pengguna berinteraksi dengan sistem jaringan saat ini.
Contoh: Menggunakan wawancara untuk memahami apakah pengguna merasa jaringan saat ini cukup cepat atau jika mereka mengalami masalah dalam mengakses aplikasi tertentu.
8. Dokumentasi Kebutuhan Teknis
Setelah mengumpulkan semua informasi dari pengguna, langkah terakhir adalah mendokumentasikan kebutuhan teknis yang telah diidentifikasi. Dokumentasi ini akan menjadi pedoman untuk desain dan implementasi jaringan, serta menjadi dasar bagi evaluasi dan perbaikan di masa depan.
Sumber Referensi:
- Anderson, D. P., & Miller, B. C. (2021). Computer Networking: A Top-Down Approach (8th ed.). Pearson Education.
- Tanenbaum, A. S., & Wetherall, D. (2013). Computer Networks (5th ed.). Pearson.
- Cisco Systems. (2022). CCNA 200-301 Official Cert Guide. Pearson IT Certification.
Buku-buku ini dapat membantu dalam memahami aspek teknis terkait desain dan pengelolaan jaringan, serta dalam merinci kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengguna dalam konteks jaringan.
Posting Komentar